Malang, 27 Agustus 2026 — Upaya memperkuat budaya mutu di lingkungan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia terus dilakukan melalui penguatan sistem penjaminan mutu dan pertukaran praktik baik dengan perguruan tinggi lain. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Benchmarking Budaya Mutu Prodi yang dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Gugus Kendali Mutu (GKM) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) serta Unit Penjaminan Mutu Prodi (UPMP). Dalam kegiatan ini, UPMP Tadris Bahasa Indonesia turut menjadi salah satu peserta yang secara khusus menggali berbagai informasi dan pengalaman terkait pelaksanaan penjaminan, pengendalian, serta peningkatan mutu program studi.
Benchmarking menjadi ruang penting bagi Prodi Tadris Bahasa Indonesia untuk melihat secara lebih dekat bagaimana sistem budaya mutu dikembangkan dan diimplementasikan di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan tidak sekadar diarahkan untuk memperoleh informasi administratif, tetapi juga menjadi forum sharing pengalaman, diskusi, dan refleksi mengenai berbagai mekanisme yang dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan program studi secara berkelanjutan.

Salah satu fokus pembahasan adalah implementasi Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Bagi Prodi Tadris Bahasa Indonesia, pembahasan mengenai OBE menjadi relevan karena kurikulum tidak hanya berkaitan dengan struktur dan distribusi mata kuliah, tetapi juga bagaimana proses pembelajaran diarahkan pada pencapaian kompetensi lulusan yang telah ditetapkan. Melalui benchmarking ini, UPMP Tadris Bahasa Indonesia memperoleh ruang untuk mendiskusikan berbagai pengalaman terkait penyelarasan kurikulum, pembelajaran, asesmen, serta pencapaian capaian pembelajaran.
Selain kurikulum OBE, diskusi juga mencakup monitoring dan evaluasi (monev) pembelajaran serta berbagai aspek lain yang berkaitan dengan sistem penjaminan mutu program studi. Monev menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa perencanaan pembelajaran yang telah disusun benar-benar terlaksana dan memberikan kontribusi terhadap pencapaian capaian pembelajaran mahasiswa. Informasi dan praktik yang diperoleh melalui kegiatan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan refleksi bagi Prodi Tadris Bahasa Indonesia dalam mengembangkan mekanisme evaluasi dan tindak lanjut yang lebih sistematis.

Bagi UPMP Tadris Bahasa Indonesia, kegiatan benchmarking juga menjadi kesempatan untuk memperluas perspektif mengenai budaya mutu sebagai proses yang terus bergerak, bukan sekadar pemenuhan dokumen atau tuntutan akreditasi. Penjaminan mutu perlu ditempatkan sebagai bagian dari kebiasaan akademik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga tindak lanjut perbaikan.
Melalui kegiatan ini, Prodi Tadris Bahasa Indonesia berupaya menjadikan penjaminan mutu sebagai bagian integral dari pengembangan program studi. Berbagai informasi dan praktik baik yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan untuk memperkuat sistem pengendalian mutu, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membangun budaya evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
