Ponorogo, 4 September 2026 — Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menggelar kegiatan JAIL (Jagongan Ilmiah) in MABA pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung di Besari Conference FTIK, Kampus 2, Lantai 4, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa baru dan dosen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia. JAIL in MABA menjadi salah satu ruang akademik bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus membangun budaya berpikir kritis, reflektif, dan filosofis sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi. Budaya berpikir tersebut menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk memiliki mental dan pendirian yang kuat.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu nasional dan Mars UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Dr. Rizki Amalia Sholihah, S.Hum., M.Pd. Setelah sambutan, dilanjutkan dengan temu kenal antara dosen dan mahasiswa baru Tadris Bahasa Indonesia. Sesi ini menjadi momentum untuk membangun kedekatan dan komunikasi antara mahasiswa baru dengan para dosen sehingga tercipta suasana akademik yang lebih terbuka, komunikatif, dan kekeluargaan.
Mahasiswa baru mengikuti acara jagongan ilmiah dipandu oleh Sekretaris Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Rangga Agnibaya, S.Hum., M.A., M.Pd. Pada kesempatan kali ini, JAIL mengusung tema “Berpikir Kritis dan Filosofis untuk Mahasiswa” dengan menghadirkan Khaidarullah, M.H.I., dosen Filsafat Hukum Fakultas Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, sebagai pembicara. Dalam pemaparannya, mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya kemampuan berpikir kritis dan filosofis dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, khususnya di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mampu menerima informasi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk mengolah, mempertanyakan, menganalisis, dan menyikapi informasi secara bijaksana.
Di era digital seperti saat ini, kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting. Arus informasi yang begitu cepat memberikan banyak kemudahan, tetapi sekaligus menghadirkan berbagai tantangan. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, membedakan fakta dan opini, serta tidak mudah menerima suatu informasi tanpa melakukan proses berpikir dan penelaahan terlebih dahulu. Sementara itu, kemampuan berpikir filosofis diharapkan dapat membantu mahasiswa melihat berbagai persoalan secara lebih mendalam dan menyeluruh. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi generasi yang cakap secara akademik dan teknologi, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang bijaksana dalam mengambil keputusan dan menghadapi perubahan zaman.
Kegiatan JAIL in MABA berlangsung dalam suasana interaktif dan akademis. Mahasiswa baru mendapatkan kesempatan untuk menyimak materi, berdiskusi, serta memperluas wawasan mengenai pentingnya pola pikir kritis dan filosofis dalam kehidupan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia berharap mahasiswa baru dapat membangun karakter akademik yang kuat sejak awal perkuliahan. Kemampuan berpikir kritis dan filosofis diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk berdiri tegak di tengah perkembangan zaman yang semakin canggih, mampu menghadapi berbagai tantangan, serta menjadi manusia yang bijaksana dan bertanggung jawab.