Ponorogo — Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo kembali menyelenggarakan Festival Bulan Bahasa dan Sastra V (FBBS V) Tahun 2026 pada Rabu–Kamis (21–22 Oktober 2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai ini menjadi wadah bagi siswa SMP/MTs dan SMA/MA se-Karesidenan Madiun untuk menunjukkan bakat, minat, dan kreativitas di bidang bahasa dan sastra. Festival yang digelar selama dua hari tersebut berlangsung di dua lokasi, yakni kampus 1 dan 2 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Di Kampus 1, kegiatan dipusatkan di Graha Watoe Dhakon dan Gedung Indrakila, sedangkan di kampus 2 kegiatan berlangsung di halaman depan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. FBBS V menjadi salah satu agenda tahunan penting Prodi Tadris Bahasa Indonesia dalam mengembangkan apresiasi bahasa dan sastra sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah.
Rangkaian kegiatan FBBS V telah diawali dengan pembukaan simbolis pada Selasa (20 Oktober 2026) di Kampus 2 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembukaan tersebut ditandai dengan penulisan puisi oleh H. Mukhlison Effendi, S.Ag., M.Ag., selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan. Selanjutnya, pembukaan resmi FBBS V 2026 dilaksanakan pada Rabu (21 Oktober 2026) di Graha Watoe Dhakon oleh Ketua Prodi Tadris Bahasa Indonesia, Dr. Rizki Amalia Sholihah, S.Hum., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival tahun ini menjadi momentum istimewa karena merupakan tahun kelima sejak berdirinya Prodi Tadris Bahasa Indonesia pada 2021.
Penyelenggaraan FBBS secara konsisten menunjukkan komitmen program studi dalam menghadirkan ruang kreativitas dan apresiasi bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga mengembangkan kepercayaan diri, kemampuan berbahasa, serta kepekaan terhadap karya sastra.Usai pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan tiga cabang perlombaan, yaitu baca puisi, monolog, dan cerdas cermat. Lomba baca puisi diikuti oleh 34 peserta, lomba monolog diikuti oleh 11 peserta, sedangkan lomba cerdas cermat diikuti oleh 25 tim. Antusiasme peserta tersebut menjadi salah satu penanda tingginya minat pelajar terhadap kegiatan kebahasaan dan kesastraan.
Lomba baca puisi dan monolog dilaksanakan pada Rabu (21 Oktober 2026), sementara lomba cerdas cermat berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, para peserta mengikuti babak penyisihan untuk memperebutkan tempat di babak final. Persaingan berlanjut pada Kamis (22 Oktober 2026) melalui babak final yang menguji pengetahuan dan ketangkasan peserta dalam menjawab berbagai pertanyaan. Tidak hanya menjadi panggung kompetisi bagi pelajar, hari kedua FBBS V 2026 juga dimeriahkan dengan ajang unjuk bakat mahasiswa dari Prodi Tadris Bahasa Arab, Tadris Bahasa Indonesia, dan Tadris Bahasa Inggris. Beragam penampilan disuguhkan, mulai dari monolog, tari tradisional, tari modern, pembacaan puisi, stand-up comedy, hingga drama. Penampilan tersebut menghadirkan suasana festival yang semarak sekaligus memperlihatkan keberagaman ekspresi seni dan budaya di lingkungan FTIK.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pengumuman juara dan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba. Momen ini menjadi bentuk apresiasi atas usaha, kreativitas, dan kemampuan peserta yang telah berkompetisi selama festival berlangsung. Prodi Tadris Bahasa Indonesia FTIK UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo berharap dapat terus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan sastra Indonesia melalui FBBS V. Lebih dari sekadar perlombaan tahunan, festival ini diharapkan menjadi ruang tumbuhnya generasi yang kreatif, percaya diri, berprestasi, dan mampu menjadikan bahasa dan sastra sebagai bagian penting dari kehidupan dan kebudayaan.